Semalam aku bermimpi lagi
Kulihat anak kecil itu meraung dalam pelukan ibu yang kaku
Disebelah jasad ayah berdarah merah pekat dan hanyir
Tinggalkan sebuah perjuangan yang panjang
Tinggalkan warisan yatim piatu
Aku di sini...
Masih enak dibuai impian-impian indah
Masih alpa diulit damai nusaku
Sedang kau... si kecil di sana langsung tidak aku pandang
Darah merah ayahmu, juga ibumu bagai tidak mengusik jiwaku
Hari ini...
Tika aku sedang tersenyum
Kau di sana menangis tak pernah berhenti
Kejamnya aku biarkan kau begitu
Naifnya aku biarkan kau sendiri
Melewati denai-denai penuh darah
Angkara rakusnya binatang-binatang Zionist
Anak kecilku...
Percayalah, aku akan datang nanti
Aku akan bersamamu di sana
Menyambung perjuangan ayahmu dulu
Menuntut setiap titis darah ibumu itu
Kulihat anak kecil itu meraung dalam pelukan ibu yang kaku
Disebelah jasad ayah berdarah merah pekat dan hanyir
Tinggalkan sebuah perjuangan yang panjang
Tinggalkan warisan yatim piatu
Aku di sini...
Masih enak dibuai impian-impian indah
Masih alpa diulit damai nusaku
Sedang kau... si kecil di sana langsung tidak aku pandang
Darah merah ayahmu, juga ibumu bagai tidak mengusik jiwaku
Hari ini...
Tika aku sedang tersenyum
Kau di sana menangis tak pernah berhenti
Kejamnya aku biarkan kau begitu
Naifnya aku biarkan kau sendiri
Melewati denai-denai penuh darah
Angkara rakusnya binatang-binatang Zionist
Anak kecilku...
Percayalah, aku akan datang nanti
Aku akan bersamamu di sana
Menyambung perjuangan ayahmu dulu
Menuntut setiap titis darah ibumu itu
Tiada ulasan:
Catat Ulasan