31 Ogos, 2012

Sesuci Nurani Gadis Buta

Merdu suaranya dalam desir lembut dedaunan hijau
Mengalun ayat-ayat keramat di langit malam
Lenggoknya menggoda jiwa dalam pelukan dingin
Sayup dan syahdu; meggamit aku untuk pulang
Mataku berkaca...

Dari cahaya hatinya...
Gadis buta itu megalun sempurna lagu tuhan
Gemanya meresap ke segenap awan di dada langit
Berarak memberi cahaya ke seluruh alam 
Menusuk ke jiwa paling dalam

Alunan suci dari nuraninya...
Bagai memanggil gunung-gunung untuk turut sama berzikir
Bagai menjemput pohon-pohon untuk turut sama bertahmid
Bagai mengajak mega berarak untuk turut sama bermunajat
Menuju ke satu jalan...

Dari kelam pandangannya...
Pelita hatinya bercahaya amat terang
Dari buta matanya...
Sinar jiwanya berkilau sangat indah
Dadanya dipenuhi limpahan kedamaian
Iman dan takwa...

Kasturi Muhamad
31ogos2012
1138pm

30 Ogos, 2012

Sumpah

Cerita nenek tak mungkin aku lupa
Kesilapan orang besar, merananya rakyat jelata
Kononnya mahu bebas dari Siam
Kononnya membantu pertahankan nusa
Namun tanah sendiri jadi milik orang

Permata di bumi sendiri jadi perhiasan orang

Sumpah moyangku dulu adalah ikrarku 
Demi nusa; darahnya terpercik ke setiap inci tanah
Menghunus keris warisan lama, menentang tanpa gentar
Biar di sebelahnya gugur rakan sepermainan 
Di depannya, rebah mahaguru paling dihormati
Langkahnya tetap tega
Demi sebuah kemerdekaan

Sumpah dulu adalah air mata pelarian di bumi sendiri
Merayu secawan beras hasil bendang ibu
Saudaraku si gadis sunti diratah depan ayah
Adik menangis dengan lagu sumbang
Air mata kontang di sungai harapan
Mati segenap rasa...
Hinanya bangsaku; tempatnya paling bawah
Terperuk dalam trauma amat hebat

Sumpah datukku dulu adalah dendamku
Perit keringat diperah di landasan kematian adalah amarahku
Cukup... cukuplah setakat ini
Jangan sampai bumi berdarah lagi
Jangan sampai nusa jadi milik orang lagi
Tanah ini milik kita
Kitalah kuasanya....


 


 


Kasturi Muhamad


30Ogos2012


9:05PM

13 Ogos, 2012

Di sebalik ghairah kata

Samar subuh masih bening
Melangkah longlai seorang lelaki
Mencari di mana ada titik-titik sinar
Kalau-kalau masih ada penyuluh

Samar subuh masih bening
Jiwa perwira tiba-tiba hiba
Dirantai rasa hitam tak pernah kelabu
Apa lagi putih

Samar subuh masih bening
Dia tahu di sebaliknya ada sesuatu
Yang tersembunyi di sebalik wajah
Di belakang cermin

Tika mentari mula muncul
Dia lihat sinar mata
Ada alis sembunyi nyata
Dalam ghairah kata

13 Ogos 2012
1015mlm