Tika semusim gerimis itu datang
Bersama aura-auranya sendiri
Dingin menggigit ke tulang hitam
Membasahi seluruh hati dan jiwa terpenjara
Dalam lembah noda tiada penghujung
Dalam laut gelora yang menakutkan
Bayu lembut bertukar ribut ganas penuh dendam
Merobek segenap rasa yang terpendam di dalam
Merengkuh keras tiap tubuh gagah yang berdiri
Tanpa belas ihsan... Tanpa peduli rayu-rayuan
Ia tetap mengopak setiap garis-garis luka lama
Sehingga akhirnya..
Tiada ulasan:
Catat Ulasan