Terdampar aku di dasar cintamu
Mengalun melodi lagu rindu tika kita masih belayar di lautan rasa
Haruskah aku terus mengejar rintik-rintik halus yang mengekormu
Atau bisakah aku menggapai warna-warna indah yang pernah kita lukiskan dulu
Seperti tika kita berpesta ria di denai harapan yang kita cari bersama
Menyusun rasa-rasa dalam jiwa menjadi cinta agung lalu bersatu
Antara rindu, kasih,shahdu dan keliru, kita gabung jadi cinta asyik
Antara mimpi dan impian, kita cantum jadikan lambang perjanjian itu
Pengertiannya sangat dalam… Sedalam lautan cinta yang bergelora
Tika kau terbang bersama arakan mega yang kelabu
Ku laung namamu sekuat hati… namun suaraku tak kedengaran
Kutarik tangan mu… namun jangkauanku tak sampai
Kau terlalu jauh…
Aku tertunduk layu… Hanya bisikan-bisikan kenangan menjadi teman
Hanya desah nafas mu dulu menjadi azimat jiwa yang meronta pedih
Kau pergi bersama angin lalu yang tidak pernah singgah di dataran ini
Tanpa kau menoleh ke arahku yang menanti kepastian
Langsung menghilang di celah-celah birai hidupku yang gersang
Rinduku melayari mimpi… Panjang dan bercelaru
Wajahmu sering bermain dalam khayalan malam-malam aku
Senyum seulas bibirmu tinggalkan manisan-manisan hampa
Lembut belaian jemarimu tanda luluh sekeping hati yang lara
Segalanya kehancuran…
Hati yang berbunga, tiba-tiba mati membatu
Mata yang bersinar, tiba-tiba kelam dan buta
Jiwa hilang kesegaran…
Aku tahu…
Tak bisa lagi ku ulangi saat-saat itu
Hadirnya sekali cuma…
Rantaian yang putus itu tak mungkin bisa disambung lagi
Aku sedar….
Hadirmu sekadar persinggahan sementara
Ketika kau sedang mencari pengertian untuk dirimu
Tamanku terlalu tandus untuk kau terus di sini
Aku pasrah…
Tiada ulasan:
Catat Ulasan